Wednesday, September 28, 2011

Sup Ikan

Sebetulnya Sup Ikan Ekor Kuning ini sudah lama dimasaknya, cuman baru teringat kembali, kalau ternyata saya sudah pernah menulis resepnya.
Mumpung sedang terbuka catatannya, sekalian dipindah jadikan satu di blog ini deh.

Bahan:
  • Ikan Ekor Kuning 1 ekor (berat 250 gram, dibersihkan, difillet n dipotong potong sesuai selera, pakai bagian tulang n kepala untuk kaldu dasar)
  • Brokoli secukupnya, dipotong sesuai selera
  • Wortel secukupnya, dipotong lidi
  • Bawang Putih 2 siung, di memarkan n potong kasar
  • Daun Bawang 1 batang besar, dipotong kasar
  • Daun Seledri 3 tangkai, dipotong kasar
  • Jahe 1 cm, di memarkan
  • Garam Merica secukupnya
  • Saos Tiram 1 sdt
  • Arak Masak 1 sdt
  • Air 500 ml
  • Minyak Wijen 1/2 sdt
  • Bawang Goreng sesuai selera untuk taburan
Cara Memasak :
  1. Ikan yang sudah dibersihkan dari sisik kita ambil bagian dagingnya saja, lalu potong potong daging n kulitnya sesuai selera.
  2. Bagian tulang duri dan kepala sisihkan untuk kemudian digunakan sebagai kaldu dasar.
  3. Rebus layukan brokoli dan wortel (setengah matang)
  4. Membuat kaldu Ikan: 
    • Didihkan air, masukkan tulang duri ikan, biarkan satu menit hingga berubah warna, buang air rebusan, ganti dengan air yang akan dipakai untuk kuah kaldu.
    • Masukkan bawang putih, jahe, daun bawang, daun seledri, garam merica, saos tiram, arak masak kedalam kaldu, dengan api besar hingga mendidih.
    • Begitu kaldu mendidih, kecilkan api, jerang kaldu beberapa saat (kurang lebih 10-15 menit) supaya kaldu lebih kaya rasa.
  5. Masukkan potongan sayuran dan daging ikan kedalam kaldu, jerang lagi selama 3-5 menit, hingga daging ikan matang sempurna.
  6. Cicipi kaldu untuk menyempurnakan rasa.
  7. Sup Ikan sudah masak, pindahkan ke mangkuk saji, tambahkan minyak wijen kedalam kuah dan taburi dengan bawang goreng.
  8. Sup Ikan siap dihidangkan dan disantap selagi hangat.
  9. Sebagai peneman bisa dibuatkan Kecap Asin diberi irisan cabe rawit...wuihhh...lezattt...
(Saya sih ambil praktisnya aja, cabe rawit saya hancurkan dalam piring lalu saya siram kuah, langsung sikat dehhhh)


Selamat Mencoba ^_^

Monday, September 26, 2011

Match a Leaf

Pagi ini, seperti biasa, saya pergi ke halaman depan untuk menyimpan sampah hijau
dari dapur kedalam pot kompos.
Benn juga ikut membuntut, mengambil sandal dan mengenakannya sendiri.
Dipinggir jalan didepan rumah, Benn menemukan sehelai daun yang sudah menguning dan mulai mengering.
Diambilnya daun itu, dilhat lihatnya dan dibolak balik.

B : "Hmmm...what leaf is this, Mami?"
M : "Mmmm....I'm not so sure, why don't you take a look around, and find some other leaves that matches to your leaf."
B : "Okay"

Berjalanlah dia ke rumah seberang, ditamannya juga ada beberapa tanaman dengan daun bermacam macam bentuk.
Kemudian sambil memegang daun pepaya didepannya, katanya,

B : "Is this the same shape, Mami?" (raut muka dan nada suaranya sangat Benn-yang usil dan suka menggoda maminya sekali)
M : "What do you think? Is it the same leaf?"
B : "NOOO....it's not the same"


Kemudian dia mengalihkan pandangan kesekitarnya lagi, dan

B : "Mami.....this is the same leaf!" 
Didekatkannya daun yang ada ditangan menuju daun yang menurut dia adalah daun yang sama.
B : "It has the same shape."
M : "Ahhh-haaa....you are so right Benn :) Now you know where's your leaf is coming from, it fell down from this tree"
B : "Yeahhh....you got it right, Mami."

Belajar bersama yang menyenangkan :)

Tuesday, September 13, 2011

Bread Pudding with Raisins

Bangun paginya kesiangan, rencana mau bangun jam 7 ehhh baru kebangun jam 08.30, haiyaahhh....
Sempat ragu, jadi mau buat untuk buat Bread Pudding with Raisins, untuk dibawa ke acara berkenalan dengan ibu ibu hebat dari Klub Oase atau tidak ya??
Pas juga belum siapkan menu makan siang untuk Papi Benn sementara ditinggal pergi.
Ahhh....ga apa apa deh, nekat aja, sembari ngoven nanti kan bisa sekalian masak untuk makan siang Papi :))
Nanti datang telat sedikit, rencana ibu ibu kan datang jam 10.00, paling paling jelek, kami baru sampai sana jam 11.00 hahaha, masih sempat lahhhh :))

Jajanan Kangen Kangenan Ibu ibu HS_10 September 2011

Bahan :
  • 900 ml Fresh Milk / Susu UHT putih
  • 6 butir Telur
  •  75 - 125 gram Gula pasir (tergantung selera)
  • 1/4 sdt Garam
  • 5 - 6 lembar Roti tawar
  • 1 sdm Mentega / butter dilelehkan, untuk mengoles wadah / cetakan
  • 2 sdm Kismis / Raisins
  • 2 sdm Almond Slice
  • Cinnamon jika suka
  • 2 sdm Keju parut, untuk taburan 
Peralatan :
  1. Baskom 
  2. Whisk / pengocok telur
  3. Kuas untuk mengoles cetakan dengan mentega
  4. Pisau
  5. Parutan Keju
  6. Cetakan Aluminium 111/34 (kira kira 5 x 5 x 2 cm)
  7. Oven
Cara Membuat :
  1. Siapkan semua bahan yang diperlukan.
  2. Panaskan oven dengan suhu 190 -220 derajat celcius, 15 menit sebelum waktu memanggang.
  3. Pecahkan telur yang sudah dibersihkan kedalam wadah, tuang gula, kocok lepas menggunakan whisk hingga gula larut bersama telur, tuang susu dan aduk rata.
  4. Ambil roti tawar, potong kotak kotak ukuran 1,5 x 1,5 cm2, atau sesuaikan dengan besar cetakan yang akan dipakai.
  5. Masukkan potongan roti tawar kedalam campuran susu dan telur, rendam roti hingga semuanya telah basah menyerap susu. Sambil menunggu susu meresap kedalam roti, Anda bisa menyiapkan cetakan, megolesinya dengan butter yang sudah dilelehkan.
  6. Siapkan bahan untuk isian dan taburan (kismis, almond slice, keju parut)
  7. Jika susu sudah terendam basah, kini saatnya mengisi cetakan. Ambil 3-5 potong roti, letakkan dalam cetakan aluminium, taburi dengan beberapa buah kismis, tambahakn lagi beberapa potong roti diatasnya, taburi lagi dengan beberapa buah kismis, parutan keju dan almond slice untuk hiasan.
  8. Lakukan langkah diatas hingga semua potongan roti habis (kira kira jadi 15 buah)
  9. Periksa oven, apakah sudah cukup panas yang diinginkan. Jika sudah, masukkan Bread Pudding yang sudah siap dioven kedalam, panggang selama 35-50 menit (lama yaa manggangnya :)), jangan lupa pasang timer :)
  10. Periksa sesekali, kalau perlu nampan diputar, supaya tidak gosong sebelah. Jika waktu sudah habis, selalu periksa kematangannya, tusuk bagian tengah Bread Pudding dengan tusuk gigi atau tusuk sate, jika setelah dikeluarkan tusuk gigi keluar dengan bersih, berarti Bread Pudding sudah matang sempurna, jika masih ada sisa yang menempel, lebih baik dipanggang lagi. (tambahkan waktu panggang 5-10 menit)
  11. Jika Bread Pudding sudah matang dengan sempurna, berarti sudah siap dikeluarkan dari oven.
  12. Bread Pudding bisa dinikmati saat masih hangat, atau bisa juga disimpan dulu dalam lemari es, untuk dinikmati dingin.
  13. Versi resep ini, hasilnya lembut, mirip seperti Egg Custard Tart / Pie Susu :)

Versi resep yang disini, hasilnya lebih padat dan kenyal :
Bread Pudding with Raisins

Selamat Mencoba Kawan :)

Foto diatas Jajanan Kangen Kangenan Ibu Ibu HS hasil jepretan mbak Mira Julia (Terimakasih sudah berbagi fotonya mbak)

Monday, September 12, 2011

Cincau Hijau

Hasil penantian dari bulan Juni 2011, akhirnya bisa diujicobakan juga hari ini.

Senangnyaaa.....
Terimakasih tetanggaku yang sudah mau berbagi sulur daun cincau untuk kutanam di tamanku :)
Tanaman Cincau jenis daun sempit
Percobaan pertama membuat Cincau Hijau.
Daun cincau siap dipanen, lumayan hari ini bisa dipanen 50 gram

Sembari mengantar keberangkatan Papi hendak pergi ke kantor, mami dan Benn juga keluar rumah, hari ini saatnya bermain di taman.
Pohon daun cincau yang daunnya berbentuk hati dan berbulu  (pohon milik tetangga)
Kami hendak memanen bayam, masih dari pohon yang sama dengan yang lalu, dan ada beberapa dari pohon yang baru.
Daun cincau bentuk hati, dilihat dari dekat (konon kabarnya, kalau daun cincau yang jenis ini, sari daunnya agak berbusa)
Menengok kekanan kiri...ahhh...seperti daun cincau sudah bisa dipanen nihhh.
Dengan dibantu Benn memetik daun cincau, jadi semakin semangat mami ingin mencoba membuat Cincau Hijau sendiri.
Ahhh...semoga nanti berhasil baik :)

Bahan :
  • 50 gram Daun Cincau Segar, dibersihkan.
  • 750 ml Air Bersih Masak
Mami sedang menyaring cincau, anak tersayang juga membantu, kali ini dia jadi juru foto
Cincau saringan kedua
 Cara membuat:
  1. Bersihkan daun cincau, lalu rendam 1-2 menit dalam air hangat kukuh, angkat dan tiriskan.
  2. Blender semua daun cincau dengan 650 ml air, hingga cairan berubah menjadi berlendir, lalu saring kedalam wadah bersih.
  3. Cairan yang sudah disaring bisa disaring ulang sekali lagi untuk memastikan tidak ada remahan daun yang ikut, dan jika lendir terlalu kental, bisa ditambahkan lagi 
  4. sisa air yang ada.
  5. Masukkan dalam cetakan / wadah yang diinginkan, lalu simpan dalam kulkas minimal 1 jam sebelum Cincau Hijau mengeras dan siap disantap dengan variasi penyajian sesuai selera Anda.
"Say cheese mami" kata sang juru foto kecil
Yayyyy...hasil saringannya betul betul kental...semoga nanti bisa mengeras dengan baik setelah disimpan beberapa jam dalam kulkas.
Hasil saringan siap dimasukkan dalam kulkas
Setelah satu jam didalam kulkas, permukaannya cincau dalam mangkuk sih sudah keras, tapi kalau digoyang, masih berguncang guncang keras bagian tengahnya, seperti berombak tertahan lapisan atasnya saja.
Hmmm.....tunggu lagi saja lahhh :)

Oh yaaa....yang ini sudah siap dikembalikan kealam deh :)
Ampas daun cincau blender setelah disaring sarinya

Wednesday, September 7, 2011

15 Minute Crab Craft


Bahan :
- Bola plastik 1/2 bagian
- Kawat Bulu (Chenille Stems) 2 helai
- Lem Uhu
- Alumunium Foil secukupnya, dipulung membentuk sepeti mata (atau bisa menggunakan mata boneka)
- Karton bekas, digunting dan dibentuk seperti capit 2 buah

Cara membuat :
1. Potong kawat bulu sesuai panjang yang diperlukan (6 cm) sebanyak 8 buah
2. Buat 2 buah capit kepiting dari karton bekas
3. Siapkan setengah bagian bola plastik tak terpakai
4. Beri lem, bagian dalam setengah bola, lalu tempelkan kawat bulu, 4 buah pada sisi kiri dan 4 buah pada sisi kanan
5. Pasang capit dengan lem, pada bagian depan setengah bola diurutan paling depan kaki kaki kepiting. lakukan simetris untuk capit yang lain.
6. Diantara capit kepiting, pasangkan matanya.
7. Taraaa....kepiting sudah jadi :)

Thursday, September 1, 2011

Stir Fried Pork Neck Korean Style or Stir Fried Apple Pork in Oyster Sauce


Dalam resep ini daging yang digunakan adalah daging babi bagian leher tanpa kulit.
Untuk yang tidak mengkonsumsi daging bagi, bisa diganti dengan daging dada ayam atau daging paha ayam tanpa tulang (menurut saya bagian paha ayam lebih juicy)

Bahan :
250 gram Daging Babi bagian Leher (menurutku lebih juicy daripada tenderloin, karena ada lemak2nya n sedikit otot), digebukin dulu terus dipotong kira kira 2 x 2 x 1 cm.
1 Bawang Bombay sebesar telur ayam, atau sesuai selera, diiris panjang. (atau lebih juga boleh)
100 gram Button Mushroom / Shitake Mushroom Fresh, diiris sesuai selera (seperti bawang bombay)
6 - 10 siung Bawang Putih diiris tebal tebal memanjang (bisa lebih banyak kalau suka)
Bisa juga ditambahi potongan Paprika, diiris panjang panjang juga.*
2 batang Bawang Pre, di iris setebal 1/2 cm miring
2 sdm Minyak goreng untuk menumis

Bumbu :
2 sdm Kecap Asin
2 sdm Kecap Manis
1 sdt gula
Garam Merica untuk menyesuaikan rasa
3-4 sdm minyak wijen


Cara membuat :
1. Campur bumbu dengan semua bahan kering, sesuaikan rasa, simpan dalam kontainer, diamkan beberapa jam sebelum saat dimasak, paling tidak 1-2 jam, supaya bumbu bisa meresap n proses pengempukan daging bekerja.
2. Kalau mau buat sekaligus banyak, untuk kemudian disimpan di freezer dan dimasukkan plastik per porsi sekali makan, lebih baik, button mushroom dipisah saja, pada saat mau memasak baru di potong n dicampur.
3. Jika sudah siap dimasak, panaskan penggorengan teflon, beri minyak untuk menumis, masukkan setengah bagian daging yang sudah direndam (atau tumis button mushroom dan tambahan bawang putih lebih dulu baru masukkan campuran daging) kedalam wajan.
4. Tumis dan sesekali aduk, karena ada gula dan kecap manis, mungkin daging akan lebih cepat gosong, karena itu besar api harus diperhatikan dan di sering diaduk, supaya permukaan yang kena panas gantian, dan matang merata. Sesuaikan rasa dengan garam jika kurang asin.
5. Pertanda matang, semua permukaan kulit sudah berubah warna, atau kalau mau gampang ya diambil sepotong, terus coba iris, kalau bagian dalam sudah tidak merah lagi, ya berarti sudah matang.
6. Sebaiknya tidak memasaknya terlalu lama, overcooked, karena daging akan menjadi keras dan tidak juicy :):)

Selamat mencoba yaaa ^_^

Tips n tricks :
  1. Daging bisa diberi bubuk pengempuk sesuai takaran, atau pengempuk alami seperti parutan Nanas (1 sdt lbh cepat membantu pengempukannya ketimbang Pear n bubuk pengempuk) atau Pear (1 sdm).
  2. * Kalau mau versi yang Tumis saus tiram n apple, Stir fried Apple Pork in Oyster Sauce, saat menumis setengah matang, baru masukkan irisan apel, supaya tidak overcooked tapi sempat layu.
  3. Saus tiramnya tinggal disiram diatas daging dalam piring. (1 sdm saus tiram, 75-100 ml air, didihkan, kentalkan dengan maizena. masak hingga mendidih, siram diatas daging.)

Tuesday, August 9, 2011

Baso Ikan Tenggiri


Bahan:
250 gr  Daging Ikan Tenggiri
100 gr  Es batu
1 butir  Putih Telur
1 sdm   Garam
Secukupnya Merica
40 gr    Tepung Tapioka / Sagu
2 sdm  Minyak Wijen
1 ltr.    Air mendidih.

Cara membuatnya:
  1. Blender daging ikan tenggiri, es batu, putih telur, garam merica hingga halus.
  2. Masukkan tepung tapioka yang sudah diencerkan dengan sedikit air (hanya hingga tepung basah dan bisa diaduk dengan jari) dan minyak wijen, aduk rata dengan campuran daging yang sudah halus.
  3. Siapkan 1 ltr air mendidih dalam panci.
  4. Ambil satu genggam adonan daging, buat bulatan, celupkan dalam air mendidih. 
  5. Biarkan hingga bakso mengapung dan berubah warna pertanda bakso sudah matang, angkat dan tiriskan.
 Happy Cooking :)