Saturday, August 23, 2014

Martabak Telur a la Mari Singgah


Martabak buatan rumah

Bahan Kulit:
250 gram Tepung Terigu Protein Tinggi
120 ml Minyak Goreng (tadi saya pakai minyak zaitun)
1/2 sdt Garam
sejimpit Merica Bubuk
100 - 120 ml Air Putih (20 ml terakhir dimasukkannya sedikit sedikit aja ya, kalau adonan masih kaku silahkan tambah, jika sudah lembek, jangan tambahkan)

Bahan Isian:
6 batang Daun Bawang / Bawang Pre, bersihkan, iris kasar
1 buah Bawang Bombay, (jika mau) cincang kasar
Daging cincang, dibumbu bubuk kari kalau mau, kalau tidak juga tidak apa apa, suka suka saja lahh
Garam Merica
6 butir Telur
Punya saya tadi, saya kasih tambahan isian toge, dan jamur shitake cincang



Kulit martabak siap untuk ditipiskan sewaktu waktu
Cara Membuat:
1. Campur semua bahan kulit dalam baskom, kecuali air.

Langkah langkah membuat Martabak Telur
2. Masukkan air sedikit demi sedikit, hingga semua bahan kering tercampur rata, uleni sebentar, lalu bentuk jadi bola. Istirahatkan selama 30 menit dalam wadah tertutup.
3. Uleni adonan sekali lagi, lalu istirahatkan 30 menit lagi. (ini hanya untuk menyiasati buat kita yang tidak mau capek capek banting banting untuk menguleni adonan supaya bisa elastis)
4. Setelah 30 menit kedua, bagi adonan menjadi 8-10 bulatan kecil *, lalu simpan dalam wadah tertutup dengan diberi sedikit minyak (untuk menjaga kelembaban adonan. Adonan bisa disimpan dalam kulkas, dan dipakai untuk keesokan harinya).
*supaya kulit martabak cukup untuk dibentangkan diatas penggorengan datar diameter 28 cm.
5. Untuk menipiskan adonan, saya juga ga bisa pakai atraksi seperti abang martabak, hihiihi...cukup ditekan tekan pakai tangan, adonan bisa menipis dengan baik kokkk.
6. Untuk menggoreng, tinggal panaskan penggorengan dengan sedikit minyak (50 ml) pada api sedang, lalu masukkan kulit yang sudah tipis, lalu tuang isian di tengah kulit, lalu lipat sisi sisinya. Goreng seperti biasa hingga kulit martabak berwarna kuning kecoklatan.
7. Angkat martabak, tiriskan, taruh diatas talenan, potong potong, pindahkan keatas piring saji.
8. Sajikan dengan peneman Acar timun bawang wortel dan cabe hijau
9. Selamat mencoba yaaa


Wednesday, February 26, 2014

Pan Banana Muffins_Sangat Mudah Murah dan Lezattt

Salah satu senangnya hidup di jaman sekarang adalah sangat mudahnya mencari informasi menggunakan internet, salah satunya adalah melalui situs Pinterest. mau mencari informasi bergambar apa saja disana ada, mulai dari perihal masak memasak, fotografi, hobi hobi yang lain, juga informasi belajar untuk anak anak maupun diri sendiri, sangat mudah dicari dan disimpan untuk referensi suatu hari nanti.
Banana Muffins dengan cetakan yang berbeda :)

Semalam sebelum tidur, otak ini masih berpikir, "Besok sarapan apa ya?" Stok kudapan untuk makan pagi sudah habis, jadi saatnya harus produksi lagi.
Menjelajahlah saya di pinterest :)
Ehhh ketemu gambar Banana Muffin dengan judul yang sangat provokatif ini The Best Banana Bread Muffin Ever (without dirtying a single dish).
Wahhh...asiknyaaa....pas punya pisang raja yang sudah matang dan saatnya untuk dibekukan, bisa diambil sebagian untuk buat muffin deh.
Yayyy...muffin pisangnya sudah matang, lembut dan juicy
Jadilah pagi ini, bangun tidur, langsung bermain didapur.
Siapkan semua bahan dan peralatan, aduk aduk aduk,tuang dalam muffin paper cups, panggang, dan taraaa...tidak lebih dari satu jam, muffin sudah bisa dihidangkan bersama minuman hangat favorit di pagi hari.

Ini takaran yang saya pakai pagi ini, ada beberapa modifikasi, karena pisang yang saya gunakan pisang raja (manis) dan sudah sangat matang (jadi lebih manissss lagi)

Beberapa bahan yang diperlukan

Bahan:
  • 3 buah Pisang Raja matang sekali
  • 2 butir Telur Ayam
  • 1/3 gelas takar Gula Pasir (harusnya 1 gelas takar)
  • 1 gelas takar Tepung Terigu Protein Sedang
  • 1/4 sdt Garam (harusnya 1/2 sdt)
  • 1/2 sdt Baking Soda (harusnya 3/4 sdt Baking Soda n 1/2 sdt Baking Powder)
  • 1/2 sdt Bubuk Bumbu Spekoek (bisa diganti bubuk kayu manis saja, atau bisa tidak pakai jika tidak suka)
  • 1/2 gelas takar Minyak Sayur (saya menggunakan Minyak Zaitun)
  • 1 sdt Bubuk Vanilli (saya tidak pakai)

Pilihan isian:
muffin bisa diisi dengan kismis, chocolate chips, keju, kacang almond

Keterangan peralatan yang saya gunakan:
  • Gelas takar untuk menanak nasi (ukuran volume cairan hingga 160 ml)
  • Muffin paper cup ukuran 45 mm x 50 mm
Cara Membuat:
  1. Panaskan oven* dengan suhu 190-200 derajat celcius, 15 menit sebelum waktu memanggang.
  2. Dalam baskom bersih, hancurkan pisang raja dengan garpu, masukkan telur, gula, baking soda, garam, bumbu spekoek dan minyak sayur, aduk hingga semua bahan tercampur.
    langkah no. 2 dan 3
  3. Masukkan tepung, aduk hingga tercampur rata. Adonan agak mengalir teksturnya.
  4. Siapkan cetakan muffin, isi dengan adonan hingga 3/4 volumenya. (jadi sekitar 6 buah muffin)
    Muffin bisa di oven ataupun di panggang diatas kompor dengan cetakan kue lumpur yang berlapis teflon
  5. Jika oven sudah panas, masukkan muffin dalam oven, dan panggang selama kurang lebih 20 menit, hingga muffin matang.
  6. Periksa kematangan muffin dengan menusukkan tusuk sate kedalam muffin, jika tusuk sate keluar bersih, maka muffin sudah matang.
  7. Jika sudah matang, keluarkan dari oven, dan muffin sudah siap dihidangkan.
Mudah kannn?

* Adonan muffin ini juga bisa dipanggang tanpa menggunakan oven, tetapi menggunakan cetakan kue lumpur berlapis teflon / marble, dan dipanggang diatas kompor seperti ini.
Panggang dengan api kecil, jika sudah berlubang lubang, tutup cetakan beberapa menit, tunggu hingga matang
*_* Jika muffin tidak habis dalam satu hari, muffin ini bisa disimpan didalam kulkas atau freezer, supaya memiliki umur yang lebih panjang daripada ditinggal pada suhu ruangan. Keesokan harinya jika ingin menyantap muffin lagi, tinggal keluarkan dari kulkas/freezer untuk beberapa saat (10-15 menit) lalu hangatkan kembali.

Wednesday, February 12, 2014

Tahu Tumis Jamur Saus Tiram

Hidangan ini adalah salah satu makanan kesukaan keluarga kami, favorit saya dalam memasak hidangan yang sederhana namun sudah lengkap variasi isinya. Single Food, cukup untuk dimakan bertiga, untuk satu kali jam makan :)

Menyiapkannya juga mudah, tidak menggunakan banyak minyak dan peralatan.


Bahan:
  • 6 buah Tahu lembut (ga perlu tahu mahal, tahu sumedang juga sudah enak kokkk)
  • 8 buah udang kupas, ukuran sedang (bisa diganti cumi, daging ikan atau daging ayam)
  • 4 buah Jagung Muda, kupas potong panjang
  • 1 genggam Buncis, potong panjang
  • 2 buah Jamur Shitake segar, iris tipis
  • 3 siung Bawang Putih (kami suka masakan dengan banyak bawang putih, bisa disesuaikan sesuai selera)
  • 2 sdm Minyak Goreng
  • 1.5 sdm Saus Tiram
  • Garam Merica secukupnya
  • 1/4 sdt Gula Pasir
  • 200 ml Air
 1 sdm Air dan 1 sdt Tepung Sagu, larutkan untuk mengentalkan saus

Cara Membuat:
  1. Siapkan semua bahan, kupas, cuci dan potong bahan yang diperlukan.
  2. Rebus buncis dan jagung muda dalam air mendidih selama 2 menit, angkat dan tiriskan, tata di piring saji.
  3. Dalam panci datar yang sama, panaskan sedikit minyak, masukkan tahu, goreng 2 menit hingga tahu kecoklatan, lalu balik, lakuakn hal yang sama pada sisi tahu yang lainnya. Angkat dan pindahkan ke piring saji.
  4. Masak saus siramannya, dengan sisa minyak menghoreng tahu sebelumnya, tumis bawang putih, jamur dan udang, aduk aduk, bmbui dengan garam, merica dan gula, aduk aduk, masukkan air, tambahkan saus tiram, didihkan, cicipi dan sesuaikan rasa.
  5. Jika udang sudah masak dan saus mendidih, masukkan larutan air sagu, lalu aduk aduk hingga saus mengental rata.
  6. Siramkan diatas sayuran dan tahu yang sudah ditata diatas piring saji.
  7. Beri hiasan irisan halus daun bawang, jika suka. Tahu Tumis Jamur Saus Tiram siap dihidangkan selagi panas.

Selamat mencoba :)

Sunday, November 24, 2013

Maronggi Turi Sambal Sereh

Sejak tinggal di Tangerang...apalagi di perumahan yang jauh dari kehidupan alam dan persawahan, kadang kala saya suka kangen dengan hidangan sayur mayur ala desa.

Makanan sayur favorit saya sewaktu kanak kanak yang sangat sulit sekali untuk dicari disini, diantaranya :
Semanggi Sambel Sereh, Pecel Genjer dan Pecel Turi, Jangan Klentang (Sayur Asem buah pohon Kelor) dan Jangan Boboan.
Maronggi Turi Sambal Sereh
 Kalau terhidang Lobster Thermidor dan Semanggi Sambal Sereh, pasti saya akan memilih Semanggi Sambal Sereh.....Heavenly Healthy Food :p

Beruntunglah saya punya orang tua yang masih tinggal didesa, sehingga masih bisa kirimkan saya bibit bibit beberapa tanaman sayuran diatas.
Beruntunglah saya, suami tidak juga cerewet soal taman depan rumah yang tidak rapi berbunga bunga....tapi malah seperti tegalan sayuran...demi memuaskan lidah istrinya jika kangen masakan masa kecilnya :)
Beruntunglah saya, bibit-bibit tanaman beberapa masih betah bertumbuh di halaman sempit berdesak desakan didepan rumah :)
Awal bulan ini, terakhir Mama datang ke Jakarta, sampai dibela-belain membawa daun Semanggi dari Banyuwangi ke Jakarta, demi anaknya yang kangen makan semanggi :) *Thank you so much Mom :), it was sooooo yummmmyyyy.

Ahhh belum genap sebulan, saya sudah kangen lagi makan Semanggi sambal sereh. tapi dimana bisa kudapat daun daun semanggi ini?

Hmmm....daun pohon kelor didepan sudah banyak cabangnya, sepertinya sudah waktunya untuk dipangkas :)

Kemarin sebagian sudah dimasak Sayur Bening / Jangan Maronggi, masih ada sisa satu kresek lagi saya simpan dikulkas.
Ahaaa....kenapa tidak kubuat Semanggi Sambal Sereh saja, bukannya menggunakan semanggi, tapi diganti dengan daun kelor.
Ah...semangat semangattt.....semangattt akan makan enakkkk siang ini :)

Bahan :
  • 1 ikat Daun Kelor / Maronggi (kira kira diameter ikatan batang daun kelor sebesar segenggam tangan dewasa), siangi daun daun kecil dari batang besarnya
  • 1 genggam Bunga Turi
  • Air untuk merebus, diberi sedikit garam

Bahan Sambal Sereh :
Belimbing wuluhnya minta sama tetangga :)
  • 5 batang Sereh, iris tipis
  • 5 buah Belimbing Wuluh, iris tipis
  • 2 buah Cabe Keriting, boleh tambah cabe rawit jika suka pedas
  • 1/2 sdt Terasi
  • 1 sdm Gula Pasir
  • 1/2 sdt Garam

Cara Membuat :
  1. Cuci bersih semua bahan, iris sesuai keperluan.
  2. Siapkan panci berisi air dan sedikit garam, didihkan, masukkan bunga turi, tunggu 1-2 menit, lalu angkat dan tiriskan.
  3. Lakukan hal yang sama dengan daun kelor yang sudah bersih, diamkan 1-2 menit dalam air mendidih, lalu angkat dan tiriskan. Pindahkan kedua sayuran dalam piring saji.
  4. Cara membuat sambal, potong potong cabe keriting, tambahkan gula, garam dan terasi, uleg hingga setengah halus, masukkan sereh yang sudah diiris tipis, uleg lagi dalam sambal hingga sereh setengah halus. terakhir tambahkan irisan belimbing wuluh, uleg kasar sebentar hingga bercampur rata dengan bahan yang lainnya.
  5. Cicipi sambal, sesuaikan rasa asin asam dan manisnya.
  6. Maronggi Turi Sambal Sereh siap dihidangkan sebagai makanan pembuka, ataupun teman lauk makan siang Anda :)

Hidangan kampung yang selalu bikin kangen

 Selamat Mencoba

Sunday, November 3, 2013

Sup Ayam Rempah Apel

Sedang pingin makan sup yang anget anget, kaya rasa tapi segar?

Coba bikin sup ini deh :)

Gurih, segar dan ringan

Bahan :
  • 2 buah Paha Ayam, potong jadi 6 potong
  • 2 batang Sereh
  • 1 cm Jahe, keprek
  • 1 cm Lengkuas, keprek
  • 1 siung Bawang Putih, iris
  • 3 siung Bawang Merah, iris
  • 2 lembar Daun Jeruk Purut
  • 1/4 sdt Merica bubuk
  • 1 sdt Garam
  • 1 buah Apel Malang, potong dadu, sebagai pengganti gula dan memberi rasa asam
  • 1-2 buah Belimbing Wuluh
  • 2 buah Cabe Merah, bakar
  • 1 liter Air
  • 1 sdm Minyak Goreng
Cara Membuat :
  1. Siapkan bahan yang diperlukan, ayam sudah dibersihkan dan dipotong.
  2.  Panaskan panci dengan sedikit minyak goreng untuk menumis, bawang merah, bawang putih, sereh, jahe, lengkuas, dan daun jeruk hingga wangi.
  3. Masukkan potongan ayam dan apel, tumis hingga kulit berubah warna, beri garam dan merica, tumis rata, masukkan air 200 ml, lalu jerang diatas api sedang selama 5-10 menit supaya wangi bumbu meresap.
  4. Tambahkan sisa air, belimbing dan cabe bakar, besarkan api hingga kuah mendidih, kecilkan apinya, jerang selama 30 -60 menit. 
  5. Cicipi kuah, sesuaikan rasa jika perlu.
  6. Sup Ayam Rempah Apel, sudah siap dipindahkan kedalam mangkuk saji dan dihidangkan.
Selamat Mencoba :)

Friday, October 25, 2013

Dadar Nasi Bayam

Beberapa hari ini, saya malas masak.
Baru mikir mau masak apa jika benar benar sudah hampir tiba waktunya jam makan hihihi.
Begitu melihat persediaan nasi yang tinggal seporsi makan lagi, ahh...lebih malas lagi untuk memasak dan memanaskannya. Nanggung euy *haduhhh...malas kok dipelihara.

Dihias sedikit dengan irisan Paprika Merah, irisan Apel dan suwar suwir Ayam Goreng sisa semalam :)

Hmmm.....dibikin apa ya, supaya bisa dimakan langsung tanpa perlu keluarkan banyak peralatan.
Nasi goreng? ahhh....kemarin sudah buat Nasi Goreng Paprika Brokoli.
Ahhh...bikin omelet saja lah...alias Dadar Telur, tapi diberi nasi didalamnya :)
Sippppp :)

Keju yang renyah :)
 Berikut resepnya :
  • 2 butir Telur Ayam
  • 1 cup Nasi (cup beras ukuran 160 ml)
  • 1 genggam Bayam, diblansir sebentar, lalu di cacah kasar
  • Gara Merica secukupnya
  • 1 sdm Keju Parut
  • 2 sdm Minyak Goreng
Cara Membuat :
  1. Pecahkan dan tuang telur kedalam mangkuk bersih.
  2. Masukkan nasi, bayam masak dan garam merica, lalu aduk hingga rata.
  3. Siapkan penggorengan, beri sedikit minyak, panaskan dengan api sedang. Lalu masukkan campuran telur yang sudah diaduk rata. Ratakan membentuk lingkaran.
  4. Tutup penggorengan 1-2 menit hingga dadar agak mengering bagian atasnya, lalu taburi dengan keju parut.
  5. Balik adonan telur selama 1-2 menit hingga bagian yang berkeju mengering dan semua bagian dadar telah matang.
  6. Tuang dalam piring lebar, dan iris Dadar Nasi Bayam menjadi 8 bagian.
"Let me help you cutting the omelette, please."
Yayyy...Dadar Nasi Bayam sudah matang Nak.
Dan si kecil pun siap siaga membantu memotong lingkaran menjadi 8 bagian :)
Selamat Makan....wahhh....yang makan langsung lahap, 5 bagian langsung lenyap :)

nyam nyam nyammmmm :)

Selamat Mencoba :)

Saturday, October 19, 2013

The Running Boy_Benn-made Story

 "This morning, I went out for a walk. Suddenly the rain came and I ran for home. The end."

Semalam saya melihat lihat blog Donna, buah hati Mama Ratna.
Wahhh...sudah ada beberapa unggahan yang baru ternyata :)
Wahhhhh....Compost Art nya bisa dibuat bergerak gerak, lucuuuu. Segera saya tunjukkan kepada Benn, dan dia langsung antusias melihat lihat post yang lain lain. Setelah itu dia berkomentar pada beberapa beberapa hasil karya cece Donna.

Kesempatan, Mami ga mau rugi, sekalian saya tanya apakah Benn mau kasih tau Cece Donna lewat komentar dibawah post Cece Donna. Ah ternyata anaknya mau, lumayan....sekalian belajar spelling dan typing :)
Komentarnya tentang Compost Art : The Dancing Girl : "The dancing Girl is cute, Cece Donna." said Benn dan gambar A Day At The Pond  : "Cece Donna, did you draw a day at the pond's picture yourself?" said Benn.
Berulang ulang kali, blog Cece Donna di buka lagi dan buka lagi, terkagum kagum melihat hasil karyanya.

Pagi ini, saya kunjungi lagi blog Donna (lho...Mami Benn juga penggemar dan pembaca blog Cece Donna lho). Sambil sarapan, saya kasih tahu Benn, kalau Cece Donna sudah balas komentar dia. Wah, langsung semangat pinjam ipad dan membaca jawabannya.
B : "Mamiii...Cece Donna asks me to make one too."
M : "Do you want to make one now?"
B : "Yess...I want to make compost art now. What kitchen trash you have Mom?"
M : "Well...I only have some orange peels, baby corn husks and turi flowers. Is that okay?"
B : "Well, it's okay Mam. Please give me that."

Sampah sudah disiapkan dalam satu piring, kanvas piring juga sudah disiapkan. Lalu dengan pedenya diambil si sampah....tarraaa....
terbuat dari : kulit jeruk, kulit jagung, rambut jagung dan bunga turi
Katanya, ini adalah seorang anak laki laki yang sedang berlari lari, karena tiba tiba turun hujan ketika dia sedang berjalan jalan diluar rumah.
Dan compost art-nya pun ditambah lagi dengan bentuk hujannya :)

Hujan bulat bulat dari kulit jagung yang di iris iris

M : "Would you like to type your compost art story in my blog?"
B : "So Cece Donna can read it too?"
M : "Yes, of course"
B : "Sure"
Numpang ngetik cerita di blog Mami
"This morning, I went out for a walk. Suddenly the rain came and I ran for home. The end."