Showing posts with label Jajanan Ndeso. Show all posts
Showing posts with label Jajanan Ndeso. Show all posts

Tuesday, January 2, 2018

Kue Lumpur (Diana Cahya)

Pagi-pagi buka Instagram (duhhh kayak orang ga ada kerjaan aja, pagi-pagi dah ngecek Ig, agak siangan ding buka Ig nya), terus langsung terpampang foto Kue Lumpur buatan Diana Cahya, plus resep Warisan Nenek Moyang, yang diwariskan ke : Diana Cahya, begitu judul fotonya yang di pasang.



Duhhhh....langsung air liur meleleh didalam rongga mulut. Pinginnnn.
Bikin...tidak....bikin...tidak....
Bikin yukkk, kan ada kentang tinggal di kukus.
Ahhh tapi ga punya santan sebanyak itu, adanya cuman 250 ml, palingan. Masak bikin cuman sa'iprit, mana puas?
Wisss....kukus aja dulu kentangnya. Baiklah, mari kita kukus dulu kentangnya.

Jadilah aku mengukus kentang pas sekalian nyiapin makan siang. Selesai makan, kasih bobo siang si Mia, sampai akhirnya Mia sudah bangun, baru kuintip lagi si kentang.
Ahhh...sudah ada kentangnya ini, hayuklah Nak, kita bikin kue lumpurnya.
Langsung kukeluarkan santan beku dari kulkas, cek-cek, ternyata ada 250 ml santan kental beneran.
Ya wis lah di pas-pas in saja, tambah susu uht putih sedikit, biar pas untuk adonan setengah resep.



Bahan :
250 gram Tepung Terigu (Cakra / Segitiga)
200 gram Gula Pasir
250 gram Kentang / lebih (kukus dan haluskan)
2 butir Telur (kocok lepas)
75 gram Mentega (lelehkan)
3 gelas Santan (3/4 bagian kelapa)--> didihkan dulu

CATATAN : 3 Gelas Santan = +- 750 ml

Cara Buat:
Campur kentang dan gula menjadi satu.
Masukkan santan dan tepung sedikit demi sedikit, bergantian.
Setelah tercampur rata, masukkan telur dan terakhir mentega.
Aduk sampai rata. Lebih enak tambahkan serutan kelapa muda.

Begitu bunyi resepnya, aku bikin persis semua bahan untuk setengah resep, kecuali bagian santan saja, kutambahkan sedikit susu uht putih.
Biyuhhhhh....enyaakkkkk, lembut, manisnya pas.
Sayangnya lagi ga punya kelapa muda, adanya keju, ga punya kismis juga, adanya kersen / talok.

Yayyy....Kue Lumpur sudah matang, nyam nyam

Hihihihiii....bikin deh persis resep, dijamin rasa kangen akan kue kuno tradisional dengan kualitas SUPER akan langsung terpuaskan.

Terimakasih sudah berbagi resep Kue Lumpur warisan nenek moyang ya Diana Cahya.
Resep sudah kuketik dan kusimpan rapih supaya besok-besok bisa ditengok lagi.

Next, bagi resep bikin Carabikang yaaa, wkwkwkw....

Sunday, November 24, 2013

Maronggi Turi Sambal Sereh

Sejak tinggal di Tangerang...apalagi di perumahan yang jauh dari kehidupan alam dan persawahan, kadang kala saya suka kangen dengan hidangan sayur mayur ala desa.

Makanan sayur favorit saya sewaktu kanak kanak yang sangat sulit sekali untuk dicari disini, diantaranya :
Semanggi Sambel Sereh, Pecel Genjer dan Pecel Turi, Jangan Klentang (Sayur Asem buah pohon Kelor) dan Jangan Boboan.
Maronggi Turi Sambal Sereh
 Kalau terhidang Lobster Thermidor dan Semanggi Sambal Sereh, pasti saya akan memilih Semanggi Sambal Sereh.....Heavenly Healthy Food :p

Beruntunglah saya punya orang tua yang masih tinggal didesa, sehingga masih bisa kirimkan saya bibit bibit beberapa tanaman sayuran diatas.
Beruntunglah saya, suami tidak juga cerewet soal taman depan rumah yang tidak rapi berbunga bunga....tapi malah seperti tegalan sayuran...demi memuaskan lidah istrinya jika kangen masakan masa kecilnya :)
Beruntunglah saya, bibit-bibit tanaman beberapa masih betah bertumbuh di halaman sempit berdesak desakan didepan rumah :)
Awal bulan ini, terakhir Mama datang ke Jakarta, sampai dibela-belain membawa daun Semanggi dari Banyuwangi ke Jakarta, demi anaknya yang kangen makan semanggi :) *Thank you so much Mom :), it was sooooo yummmmyyyy.

Ahhh belum genap sebulan, saya sudah kangen lagi makan Semanggi sambal sereh. tapi dimana bisa kudapat daun daun semanggi ini?

Hmmm....daun pohon kelor didepan sudah banyak cabangnya, sepertinya sudah waktunya untuk dipangkas :)

Kemarin sebagian sudah dimasak Sayur Bening / Jangan Maronggi, masih ada sisa satu kresek lagi saya simpan dikulkas.
Ahaaa....kenapa tidak kubuat Semanggi Sambal Sereh saja, bukannya menggunakan semanggi, tapi diganti dengan daun kelor.
Ah...semangat semangattt.....semangattt akan makan enakkkk siang ini :)

Bahan :
  • 1 ikat Daun Kelor / Maronggi (kira kira diameter ikatan batang daun kelor sebesar segenggam tangan dewasa), siangi daun daun kecil dari batang besarnya
  • 1 genggam Bunga Turi
  • Air untuk merebus, diberi sedikit garam

Bahan Sambal Sereh :
Belimbing wuluhnya minta sama tetangga :)
  • 5 batang Sereh, iris tipis
  • 5 buah Belimbing Wuluh, iris tipis
  • 2 buah Cabe Keriting, boleh tambah cabe rawit jika suka pedas
  • 1/2 sdt Terasi
  • 1 sdm Gula Pasir
  • 1/2 sdt Garam

Cara Membuat :
  1. Cuci bersih semua bahan, iris sesuai keperluan.
  2. Siapkan panci berisi air dan sedikit garam, didihkan, masukkan bunga turi, tunggu 1-2 menit, lalu angkat dan tiriskan.
  3. Lakukan hal yang sama dengan daun kelor yang sudah bersih, diamkan 1-2 menit dalam air mendidih, lalu angkat dan tiriskan. Pindahkan kedua sayuran dalam piring saji.
  4. Cara membuat sambal, potong potong cabe keriting, tambahkan gula, garam dan terasi, uleg hingga setengah halus, masukkan sereh yang sudah diiris tipis, uleg lagi dalam sambal hingga sereh setengah halus. terakhir tambahkan irisan belimbing wuluh, uleg kasar sebentar hingga bercampur rata dengan bahan yang lainnya.
  5. Cicipi sambal, sesuaikan rasa asin asam dan manisnya.
  6. Maronggi Turi Sambal Sereh siap dihidangkan sebagai makanan pembuka, ataupun teman lauk makan siang Anda :)

Hidangan kampung yang selalu bikin kangen

 Selamat Mencoba

Monday, September 12, 2011

Cincau Hijau

Hasil penantian dari bulan Juni 2011, akhirnya bisa diujicobakan juga hari ini.

Senangnyaaa.....
Terimakasih tetanggaku yang sudah mau berbagi sulur daun cincau untuk kutanam di tamanku :)
Tanaman Cincau jenis daun sempit
Percobaan pertama membuat Cincau Hijau.
Daun cincau siap dipanen, lumayan hari ini bisa dipanen 50 gram

Sembari mengantar keberangkatan Papi hendak pergi ke kantor, mami dan Benn juga keluar rumah, hari ini saatnya bermain di taman.
Pohon daun cincau yang daunnya berbentuk hati dan berbulu  (pohon milik tetangga)
Kami hendak memanen bayam, masih dari pohon yang sama dengan yang lalu, dan ada beberapa dari pohon yang baru.
Daun cincau bentuk hati, dilihat dari dekat (konon kabarnya, kalau daun cincau yang jenis ini, sari daunnya agak berbusa)
Menengok kekanan kiri...ahhh...seperti daun cincau sudah bisa dipanen nihhh.
Dengan dibantu Benn memetik daun cincau, jadi semakin semangat mami ingin mencoba membuat Cincau Hijau sendiri.
Ahhh...semoga nanti berhasil baik :)

Bahan :
  • 50 gram Daun Cincau Segar, dibersihkan.
  • 750 ml Air Bersih Masak
Mami sedang menyaring cincau, anak tersayang juga membantu, kali ini dia jadi juru foto
Cincau saringan kedua
 Cara membuat:
  1. Bersihkan daun cincau, lalu rendam 1-2 menit dalam air hangat kukuh, angkat dan tiriskan.
  2. Blender semua daun cincau dengan 650 ml air, hingga cairan berubah menjadi berlendir, lalu saring kedalam wadah bersih.
  3. Cairan yang sudah disaring bisa disaring ulang sekali lagi untuk memastikan tidak ada remahan daun yang ikut, dan jika lendir terlalu kental, bisa ditambahkan lagi 
  4. sisa air yang ada.
  5. Masukkan dalam cetakan / wadah yang diinginkan, lalu simpan dalam kulkas minimal 1 jam sebelum Cincau Hijau mengeras dan siap disantap dengan variasi penyajian sesuai selera Anda.
"Say cheese mami" kata sang juru foto kecil
Yayyyy...hasil saringannya betul betul kental...semoga nanti bisa mengeras dengan baik setelah disimpan beberapa jam dalam kulkas.
Hasil saringan siap dimasukkan dalam kulkas
Setelah satu jam didalam kulkas, permukaannya cincau dalam mangkuk sih sudah keras, tapi kalau digoyang, masih berguncang guncang keras bagian tengahnya, seperti berombak tertahan lapisan atasnya saja.
Hmmm.....tunggu lagi saja lahhh :)

Oh yaaa....yang ini sudah siap dikembalikan kealam deh :)
Ampas daun cincau blender setelah disaring sarinya

Thursday, March 17, 2011

Lapis Singkong / Lemet Bersolek


Bahan :
650 gram Singkong Parut (tadi aku pakai singkong terus kugiling blender sampai halus)
130 gram Gula Pasir
225 ml Santan biasa
1/4 sdt Garam
4 sdt Gelatin (mestinya agar agar, tapi karena ga punya, n agak sok tahu, kupake gelatin aja yang sedang ada stok dirumah hahaha, matengnya jadi ga terlalu keras jadinya)
Pewarna Makanan warna Merah, dan Pasta Pandan
2 sdm Minyak Goreng untuk mengoles loyang ( 7 x 8 x 20 cm) yang akan digunakan

Taburan:
1/4 biji Kelapa Parut
Garam sedikit

Cara Membuat :
1. Siapkan kukusan dan didihkan air. Bungkus tutup kukusan dengan serbet.
2. Siapkan loyang, olesi dengan minyak goreng, alasi dasarnya dengan plastik tahan panas food grade dan olesi lagi. Sisihkan.
3. Dalam wadah/baskom, campur rata gula pasir dan gelatin/agar-agar bubuk. Masukkan santan. Aduk rata. Masukkan singkong parut dan aduk rata.
5. Bagi adonan menjadi 3 bagian sama rata. Satu bagian diberi Pasta Pandan, satu bagian lagi diberi pewarna merah  dan sisanya biarkan putih.
6. Tuang adonan hijau dalam loyang. Kukus 15 menit hingga matang. Tuang lagi adonan putih, kukus lagi 15 menit. Terakhir tuang adonan merah dan kukus 30 menit hingga matang. Angkat dan biarkan dalam loyang hingga benar-benar dingin.
7. 15 menit sebelum selesai waktu mengukus, masukkan kelapa parut untuk taburan yang sudah dibungkus daun / aluminium foil.
8. Keluarkan kue dari loyang, potong-potong dan balut dengan kelapa parut kukus.


Tips:
- Jangan mengeluarkan kue dari loyang selagi masih panas karena kue masih lembek dan belum kokoh, nanti hancur.
- Agar memotongnya rapi dan tidak lengket di pisau, bungkus pisau dengan plastik bening baru gunakan pisau untuk memotong atau gunakan pisau plastik.

Resep contekannya ada disini:
http://ricke-ordinarykitchen.blogspot.com/2010/11/lapis-singkong-ongol-ongol-singkong.html